apa siih forum rembuk??
Buat yang baru masuk atau yang bukan kokesma,pasti bertanya tanya apa itu forum rembuk,hehehe...forum rembuk adalah forum dimana para anggota KOKESMA menentukan siapa aja yang akan menjadi tim formatur.
Apa itu tim formatur???? Tim formatur adalah tim yang akan menyusun kepengurusan KOKESMA kedepannya. Jadi yang bikin pengurus intinya,hehehehe.
Nah setelah rapat yang panjang serta seleksi yang sangat ketat(lebay ah..) maka dipilihlah lima orang yang masuk jadi tim formatur.
Ini dia lima orang terpilihnya:
ARINATA FATCHUN
SUSELO SULUHITO
RIFKI SYARIAL
M RYUSDI
INDRA PERMANA
Selamat ya kawan..ayo bangun kokesma untuk jadi lebih baik..
Minggu, 17 Oktober 2010
forum rembuk 2010
apa siih forum rembuk??
Buat yang baru masuk atau yang bukan kokesma,pasti bertanya tanya apa itu forum rembuk,hehehe...forum rembuk adalah forum dimana para anggota KOKESMA menentukan siapa aja yang akan menjadi tim formatur.
Apa itu tim formatur???? Tim formatur adalah tim yang akan menyusun kepengurusan KOKESMA kedepannya. Jadi yang bikin pengurus intinya,hehehehe.
Nah setelah rapat yang panjang serta seleksi yang sangat ketat(lebay ah..) maka dipilihlah lima orang yang masuk jadi tim formatur.
Ini dia lima orang terpilihnya:
ARINATA FATCHUN
SUSELO SULUHITO
RIFKI SYARIAL
M RYUSDI
INDRA PERMANA
Selamat ya kawan..ayo bangun kokesma untuk jadi lebih baik..
Buat yang baru masuk atau yang bukan kokesma,pasti bertanya tanya apa itu forum rembuk,hehehe...forum rembuk adalah forum dimana para anggota KOKESMA menentukan siapa aja yang akan menjadi tim formatur.
Apa itu tim formatur???? Tim formatur adalah tim yang akan menyusun kepengurusan KOKESMA kedepannya. Jadi yang bikin pengurus intinya,hehehehe.
Nah setelah rapat yang panjang serta seleksi yang sangat ketat(lebay ah..) maka dipilihlah lima orang yang masuk jadi tim formatur.
Ini dia lima orang terpilihnya:
ARINATA FATCHUN
SUSELO SULUHITO
RIFKI SYARIAL
M RYUSDI
INDRA PERMANA
Selamat ya kawan..ayo bangun kokesma untuk jadi lebih baik..
Sabtu, 02 Oktober 2010
KBT 2010
Kokesma Basic Training adalah salah satu program tahunan PSDA (Pengembangan Sumber Daya Anggota) yang diperuntukkan untuk anggota baru KOKESMA. Pada tahun 2010 ini KBT memiliki 5 rangkaian acara yang terbungkus dalam 3 bulan (September – November 2010).Rangkaian acara ini adalah amazing race, seminar, piknik, simulasi bisnis dan kelompok bisnis yang diadakan tiap 2 minggu sekali. Pada minggu-minggu yang kosong acara, kami isi dengan mentoring dan tugas-tugas. Profil-profil KBT 2010 yang diusung adalah Memiliki Visi Tuhan Yang Maha Esa dan Pendidikan, Mengenal Identitas Mahasiswa, Mengenal budaya Kampus, Memahami Potensi Diri, Mengenal Teman Seangkatan, memiliki Interpersonal yang Baik, Leadership, Publik speaking, teamwork, mengenal dekat KOKESMA ITB, Analisis dan Solutif, Kemauan untuk berkontribusi, memiliki jiwa Entrepreneurship, Peka dan Peduli dengan Lingkungan sekitar, yang dirangkai dalam rangkaian acara KBT ini.Pada tanggal 25 September 2010 kemarin adalah acara pertama KBT yang bernama amazing race. Amazing race ini terdiri dari 6 pos kecil dan peserta dibagi dalam 12 kelompok, di setiap pos bakal bertanding 2 kelompok – 2 kelompok. Pos-pos ini adalah divisi-divisi yang ada di KOKESMA yakni pos KBL, pos TOKEMA, pos Sekum, pos CIC, pos Bendum, pos GPS. Selain itu sebenarnya ada 1 divisi lagi yakni PSDA karena kami jelaskan PSDA diawal acara amazing race ini. Setiap pos berisikan penjelasan divisi pos tersebut dan game yang memiliki esensi tertentu, ada game ular-ularan, pipa air, game pengetahuan seputar kampus, dan lain sebagainya. Esensi-esensi yang kami sajikan ini bertujaun untuk mengompokkan mereka dan juga kaitannya dengan dunia usaha (seperti kerjasama tim, percaya pada pemimpin, mengenal lingkunga dan saling membutuhkan. Setelah peserta selesai dengan 6 pos itu, semua peserta dikumpulkan di KBL sebagai pos ke-7 yang berisi wejangan dari ketua umum KOKESMA.Pada tanggal 9 Oktober 2010 ini akan diadakan seminar yang bertemakan koperasi, tujuan dari seminar ini adalah memberikan pengetahuan seputar koperasi dan dunia usaha, serta memperkenalkan KOKESMA kepada anggota baru. Pada tanggal 24 Oktober 2010 ini akan diadakan acara yang bernama piknik. Disini kami mempunyai maksud yakni untuk lebih mempererat rasa kebersamaan antar anggota baru dan juga anggota sebelumnya. Bukan sekedar piknik aja, di sini ada games juga dan ada sharing-sharing dari pembicara juga tentang dunia usaha, pembicara ini adalah dari mahasiswa yang sudah terjun di dunia enterpreneur. Pada tanggal 30 Oktober 2010 ini akan diadakan acara KBT yang ke-4 yakni game simulasi bisnis. Di acara ini kami memperkenalkan simulasi-simulasi dalam berbisnis yang terdiri dari 6 pos. Pos-pos ini berisikan pos perencanaan bisnis, pos produksi, pos manajerial SDM, pos marketing, pos strategi pemasaran, dan pos keuangan. Setelah dibekali dengan ilmu-ilmu bisnis melalui game simulasi bisnis ini, ada tugas besar yang menanti peserta yakni kelompok bisnis, membuat suatu usaha dalam kurung waktu 2 minggu.Pada tanggal 20 November 2010 ini akan diadakan presentasi kelompok bisnis. Setelah mereka berusaha membuat usaha sendiri, pada acara ini mereka harus mempresentasikan bisnis mereka ke temen-temen KOKESMA, dari dana awal mereka hingga cara pemasaran dan waktu pemasaran bisnis itu beserta keuntungannya. Dan acara presentasi ini adalah acara terakhir dari KBT 2010 ini.
Selasa, 07 September 2010
sejarah kokesma
Booklet Pakdumaru selalu menyertakan halaman khusus "sejarah kokesma". Tapi tiap tahun halaman itu isinya sama, beberapa baris yang intinya menjelaskan bahwa Kokesma lahir tanggal 26 November 1984 dan bervisi Tri Matra. Titik. Berusaha nyari2 dokumen bersejarah Kokesma juga susah gara2 sekre yang beberapa kali pindah menyebabkan banyak dokumen penting tercecer.
Hari ini aku ketemu Pak Lukman HS, EL82, mantan ketum Kokesma di era 80an. Beliau udah aktif di Kokesma sejak statusnya belum jadi Kopma. Beliau bercerita banyak tentang sejarah kokesma diawal pendiriannya. Banyak cerita yang saya sendiri ga tau sebelumnya, termasuk kenyataan bahwa KBL (dulu kantin pusat) merupakan kantin yang hak pengelolaannya dilimpahkan secara langsung dari rektorat ke Kokesma, oleh rektorat sendiri. Andai aja surat perjanjian dengan rektorat dulu ada, KBL ga akan menghadapi 'cobaan' seperti sekarang.
Berikut sejarah Kokesma versi extended yang sudah saya lengkapi dengan fakta2 terbaru :
Sejarah Kokesma
Berawal dari Awal Tahun 60an, Dewan Mahasiswa ITB memiliki sebuah toko yang menjual kebutuhan mahasiswa ITB dengan harga yang jauh lebih murah dibanding harga pasar pada saat itu. Toko ini disebut Toko Kesejahteraan Mahasiswa (Tokema). Tokema berada dibawah kendali Dema, sehingga sistem manajerialnya benar-benar dipegang oleh Mahasiswa. Tokema tetap berada dibawah Dema hingga Dewan Mahasiswa dibubarkan pada tahun 1978.
Beberapa mahasiswa pengurus Tokema tetap mempertahankan keberadaan Toko ini walaupun Dewan Mahasiswa telah dibubarkan. Hingga periode tahun 1980, Tokema masih berupa sebuah toko independen yang dikelola penuh oleh mahasiswa. Pada periode 1980, mulai terpikir untuk mengubah status Tokema menjadi organisasi kemahasiswaan resmi agar kebermanfaatannya lebih dapat dirasakan oleh mahasiswa. Akhirnya diputuskan untuk merubah status Tokema menjadi Koperasi Mahasiswa dengan nama Koperasi Kesejahteraan Mahasiswa. Perubahan status menjadi koperasi ini sempat ditentang oleh beberapa pihak diantaranya Koperasi Keluarga Besar (KKB) ITB yang tidak menghendaki adanya koperasi mahasiswa di lingkungan ITB. Pada akhirnya pihak Rektorat ITB memfasilitasi pertemuan Kokesma dengan KKB. Pada saat itu rektor ITB adalah Prof Hariadi P. Supangkat dan pertemuan dipimpin oleh PR II pada saat itu, Bpk Subedo. Pertemuan ini menjadi awal diakuinya Kokesma sebagai organisasi koperasi Mahasiswa oleh rektorat ITB.
Pada tahun 1984, beberapa tahun setelah pengakuan Kokesma sebagai organisasi kemahasiswaan oleh rektorat, Rektorat ITB memberikan kewenangan kepada Kokesma untuk mengelola kantin dan toko buku yang berada di Student Center (sekarang Campus Center). Sebelumnya, kantin dan toko buku di SC dikelola oleh swasta murni. Perlu dicatat bahwa pada saat penyerahan hak pengelolaan dari swasta ke Kokesma, Rektorat hanya memberi fasilitas berupa ruang kosong. Segala perlengkapan untuk pembuatan kantin dan Toko Buku (termasuk modal) diusahakan sendiri oleh Kokesma. Dana diperoleh dari keuntungan Tokema yang cash flow-nya sudah cukup bagus pada saat itu. Kantin di Student Center ini dikenal sebagai Kantin Pusat ITB. Serah terima pengelolaan Kantin Pusat dan Toko Buku kepada Kokesma terjadi pada tanggal 26 November 1984 dan ditetapkan sebagai hari lahir Kokesma ITB.

Kokesma baru diakui menjadi badan hukum pada akhir 1987. Pada tahun ini pula untuk pertamakalinya Kokesma diakui oleh Dinas Perkoperasian sebagai salah satu koperasi anggota Dinkop. Sebelumnya, Kokesma tidak diakui karena di Kokesma struktur keorganisasiannya masih berada dibawah PR III, padahal Undang-undang perkoperasian mengatur bahwa struktur tertinggi pada koperasi adalah Rapat Anggota. Selain itu, peraturan dinas koperasi menyebutkan bahwa kepengurusan koperasi baru bisa diganti minimal selama periode 2 tahun. Karena alasan pembinaan dan kaderisasi, kepengurusan Kokesma berganti setahun sekali. Pada akhirnya, dinas koperasi tetap mengakui Kokesma sebagai anggota dengan keistimewaan khusus dalam dua hal tadi.
Secara lengkap, yang menjadi kendala keluarnya Badan Hukum waktu itu adalah :
1. Nama, menggunakan kata KESEJAHTERAAN, standardnya adalah KOPERASI MAHASISWA (KOPMA).
2. Masa Jabatan Pengurus 1 tahun, standardnya adalah minimal 2 tahun.
3. Penanda-tangan AD/ART, 10 orang!!!, biasanya 2 atau 3 orang (ketua, sekretaris dan Badan Pemeriksa).
Kokesma beberapa kali mengalami perpindahan tempat usaha dan sekretariat. Awalnya, Tokema dan sekretariat Kokesma terletak di dekat gerbang depan ITB (sekarang kantor satpam – KKP). Kemudian awal 80an dipindah ke lokasi yang sekarang menjadi gedung teknik lingkungan. Tahun 1984, bersamaan dengan pemindahkelolaan kantin pusat oleh Kokesma, Tokema dan sekretariat ikut pindah ke Student Center. Pada tahun 2005, bersamaan dengan direnovasinya student center menjadi campus center, seluruh kegiatan kemahasiswaan digusur, tidak terkecuali Kokesma. Tokema, Kantin pusat, dan sekretariat Kokesma dipindah ke tempatnya sekarang yaitu gedung ex-MKOR di sebelah barat laut kampus. Oleh karena itu, sejak tahun 2005 hingga sekarang, kantin pusat berubah nama menjadi Kantin Barat Laut (KBL).
Status Kokesma sebagai badan hukum diluar badan hukum ITB sempat dipermasalahkan oleh pihak Rektorat pada saat status ITB berubah menjadi Badan Hukum Milik Negara (BHMN). BHMN mensyaratkan tidak boleh ada badan hukum dibawah badan hukum. Akhirnya, pada tahun 2010 Kokesma memiliki dua status yaitu badan hukum bernama Koperasi Kesejahteraan Mahasiswa (Kokesma) dan unit kegiatan mahasiswa bernama Unit Kegiatan Usaha Kreatif Mahasiswa (KUKM).
Untuk mendasari perkembangan kegiatan dan ruang geraknya, ditetapkan Tri Matra KOKESMA ITB sebagai misi (dalam garis besar) yang harus diemban segenap pengurus KOKESMA ITB di setiap tahun kepengurusannya. Tri Matra KOKESMA ITB meliputi:
1. Student Basic Needs
Sebagai fungsi pelayanan kebutuhan fisik dan alat-alat penunjang kebutuhan dasar mahasiswa, tujuannya adalah untuk menunjang kegiatan mahasiswa. Dalam hal ini KOKESMA mengimplementasikannya dalam divisi badan usaha KOKESMA.
2. Profession Study Needs
Sebagai fungsi pemenuhan kebutuhan keprofesian mahasiswa dengan memberikan sarana dan aktifitas yang mampu merangsang potensi pengembangan keprofesian untuk memicu tumbuhnya entrepreneur dari kelompok mahasiswa yang berorientasi pada kreatifitas pemanfaatan yang ada.
3. Idealism Leadership Study Needs
Sebagai fungsi pengkaderan dan pembinaan mahasiswa untuk menciptakan budaya sustainable idealism and leadership bagi mahasiswa dengan meningkatkan potensi sumberdaya kelas intelektual penggiat aktifitas KOKESMA, sekaligus menjaga kesinambungan gerakan KOKESMA di masa yang akan datang.
Saat ini, Kokesma ITB memiliki 4 divisi usaha. Dua divisi usaha berada di dalam kampus dan dua lainnya berada diluar kampus. Divisi yang berada didalam kampus meliputi Tokema dan KBL, sementara dua yang lain adalah GPS (Ganesha Public Service) yang melayani jasa laundry dan fotokopi, terletak di JL Taman Hewan, serta CIC (Communication and Information Center) yang melayani jasa warnet dan paket, terletak di JL Surapati. Keempat divisi usaha tersebut dikelola secara penuh oleh mahasiswa yang bertindak sebagai kepala divisi hingga maganger. Rekrutmen karyawan diluar mahasiswa hanya dilakukan untuk melakukan kerja operasional teknis divisi usaha saja. Karena pengelolaannya yang secara penuh dipegang oleh mahasiswa inilah yang membuat Kokesma menjadi wadah pembelajaran kewirausahaan (entrepreneurship) yang efektif bagi Mahasiswa ITB.
Hari ini aku ketemu Pak Lukman HS, EL82, mantan ketum Kokesma di era 80an. Beliau udah aktif di Kokesma sejak statusnya belum jadi Kopma. Beliau bercerita banyak tentang sejarah kokesma diawal pendiriannya. Banyak cerita yang saya sendiri ga tau sebelumnya, termasuk kenyataan bahwa KBL (dulu kantin pusat) merupakan kantin yang hak pengelolaannya dilimpahkan secara langsung dari rektorat ke Kokesma, oleh rektorat sendiri. Andai aja surat perjanjian dengan rektorat dulu ada, KBL ga akan menghadapi 'cobaan' seperti sekarang.
Berikut sejarah Kokesma versi extended yang sudah saya lengkapi dengan fakta2 terbaru :
Sejarah Kokesma
Berawal dari Awal Tahun 60an, Dewan Mahasiswa ITB memiliki sebuah toko yang menjual kebutuhan mahasiswa ITB dengan harga yang jauh lebih murah dibanding harga pasar pada saat itu. Toko ini disebut Toko Kesejahteraan Mahasiswa (Tokema). Tokema berada dibawah kendali Dema, sehingga sistem manajerialnya benar-benar dipegang oleh Mahasiswa. Tokema tetap berada dibawah Dema hingga Dewan Mahasiswa dibubarkan pada tahun 1978.
Beberapa mahasiswa pengurus Tokema tetap mempertahankan keberadaan Toko ini walaupun Dewan Mahasiswa telah dibubarkan. Hingga periode tahun 1980, Tokema masih berupa sebuah toko independen yang dikelola penuh oleh mahasiswa. Pada periode 1980, mulai terpikir untuk mengubah status Tokema menjadi organisasi kemahasiswaan resmi agar kebermanfaatannya lebih dapat dirasakan oleh mahasiswa. Akhirnya diputuskan untuk merubah status Tokema menjadi Koperasi Mahasiswa dengan nama Koperasi Kesejahteraan Mahasiswa. Perubahan status menjadi koperasi ini sempat ditentang oleh beberapa pihak diantaranya Koperasi Keluarga Besar (KKB) ITB yang tidak menghendaki adanya koperasi mahasiswa di lingkungan ITB. Pada akhirnya pihak Rektorat ITB memfasilitasi pertemuan Kokesma dengan KKB. Pada saat itu rektor ITB adalah Prof Hariadi P. Supangkat dan pertemuan dipimpin oleh PR II pada saat itu, Bpk Subedo. Pertemuan ini menjadi awal diakuinya Kokesma sebagai organisasi koperasi Mahasiswa oleh rektorat ITB.
Pada tahun 1984, beberapa tahun setelah pengakuan Kokesma sebagai organisasi kemahasiswaan oleh rektorat, Rektorat ITB memberikan kewenangan kepada Kokesma untuk mengelola kantin dan toko buku yang berada di Student Center (sekarang Campus Center). Sebelumnya, kantin dan toko buku di SC dikelola oleh swasta murni. Perlu dicatat bahwa pada saat penyerahan hak pengelolaan dari swasta ke Kokesma, Rektorat hanya memberi fasilitas berupa ruang kosong. Segala perlengkapan untuk pembuatan kantin dan Toko Buku (termasuk modal) diusahakan sendiri oleh Kokesma. Dana diperoleh dari keuntungan Tokema yang cash flow-nya sudah cukup bagus pada saat itu. Kantin di Student Center ini dikenal sebagai Kantin Pusat ITB. Serah terima pengelolaan Kantin Pusat dan Toko Buku kepada Kokesma terjadi pada tanggal 26 November 1984 dan ditetapkan sebagai hari lahir Kokesma ITB.

Kokesma baru diakui menjadi badan hukum pada akhir 1987. Pada tahun ini pula untuk pertamakalinya Kokesma diakui oleh Dinas Perkoperasian sebagai salah satu koperasi anggota Dinkop. Sebelumnya, Kokesma tidak diakui karena di Kokesma struktur keorganisasiannya masih berada dibawah PR III, padahal Undang-undang perkoperasian mengatur bahwa struktur tertinggi pada koperasi adalah Rapat Anggota. Selain itu, peraturan dinas koperasi menyebutkan bahwa kepengurusan koperasi baru bisa diganti minimal selama periode 2 tahun. Karena alasan pembinaan dan kaderisasi, kepengurusan Kokesma berganti setahun sekali. Pada akhirnya, dinas koperasi tetap mengakui Kokesma sebagai anggota dengan keistimewaan khusus dalam dua hal tadi.
Secara lengkap, yang menjadi kendala keluarnya Badan Hukum waktu itu adalah :
1. Nama, menggunakan kata KESEJAHTERAAN, standardnya adalah KOPERASI MAHASISWA (KOPMA).
2. Masa Jabatan Pengurus 1 tahun, standardnya adalah minimal 2 tahun.
3. Penanda-tangan AD/ART, 10 orang!!!, biasanya 2 atau 3 orang (ketua, sekretaris dan Badan Pemeriksa).
Kokesma beberapa kali mengalami perpindahan tempat usaha dan sekretariat. Awalnya, Tokema dan sekretariat Kokesma terletak di dekat gerbang depan ITB (sekarang kantor satpam – KKP). Kemudian awal 80an dipindah ke lokasi yang sekarang menjadi gedung teknik lingkungan. Tahun 1984, bersamaan dengan pemindahkelolaan kantin pusat oleh Kokesma, Tokema dan sekretariat ikut pindah ke Student Center. Pada tahun 2005, bersamaan dengan direnovasinya student center menjadi campus center, seluruh kegiatan kemahasiswaan digusur, tidak terkecuali Kokesma. Tokema, Kantin pusat, dan sekretariat Kokesma dipindah ke tempatnya sekarang yaitu gedung ex-MKOR di sebelah barat laut kampus. Oleh karena itu, sejak tahun 2005 hingga sekarang, kantin pusat berubah nama menjadi Kantin Barat Laut (KBL).
Status Kokesma sebagai badan hukum diluar badan hukum ITB sempat dipermasalahkan oleh pihak Rektorat pada saat status ITB berubah menjadi Badan Hukum Milik Negara (BHMN). BHMN mensyaratkan tidak boleh ada badan hukum dibawah badan hukum. Akhirnya, pada tahun 2010 Kokesma memiliki dua status yaitu badan hukum bernama Koperasi Kesejahteraan Mahasiswa (Kokesma) dan unit kegiatan mahasiswa bernama Unit Kegiatan Usaha Kreatif Mahasiswa (KUKM).
Untuk mendasari perkembangan kegiatan dan ruang geraknya, ditetapkan Tri Matra KOKESMA ITB sebagai misi (dalam garis besar) yang harus diemban segenap pengurus KOKESMA ITB di setiap tahun kepengurusannya. Tri Matra KOKESMA ITB meliputi:
1. Student Basic Needs
Sebagai fungsi pelayanan kebutuhan fisik dan alat-alat penunjang kebutuhan dasar mahasiswa, tujuannya adalah untuk menunjang kegiatan mahasiswa. Dalam hal ini KOKESMA mengimplementasikannya dalam divisi badan usaha KOKESMA.
2. Profession Study Needs
Sebagai fungsi pemenuhan kebutuhan keprofesian mahasiswa dengan memberikan sarana dan aktifitas yang mampu merangsang potensi pengembangan keprofesian untuk memicu tumbuhnya entrepreneur dari kelompok mahasiswa yang berorientasi pada kreatifitas pemanfaatan yang ada.
3. Idealism Leadership Study Needs
Sebagai fungsi pengkaderan dan pembinaan mahasiswa untuk menciptakan budaya sustainable idealism and leadership bagi mahasiswa dengan meningkatkan potensi sumberdaya kelas intelektual penggiat aktifitas KOKESMA, sekaligus menjaga kesinambungan gerakan KOKESMA di masa yang akan datang.
Saat ini, Kokesma ITB memiliki 4 divisi usaha. Dua divisi usaha berada di dalam kampus dan dua lainnya berada diluar kampus. Divisi yang berada didalam kampus meliputi Tokema dan KBL, sementara dua yang lain adalah GPS (Ganesha Public Service) yang melayani jasa laundry dan fotokopi, terletak di JL Taman Hewan, serta CIC (Communication and Information Center) yang melayani jasa warnet dan paket, terletak di JL Surapati. Keempat divisi usaha tersebut dikelola secara penuh oleh mahasiswa yang bertindak sebagai kepala divisi hingga maganger. Rekrutmen karyawan diluar mahasiswa hanya dilakukan untuk melakukan kerja operasional teknis divisi usaha saja. Karena pengelolaannya yang secara penuh dipegang oleh mahasiswa inilah yang membuat Kokesma menjadi wadah pembelajaran kewirausahaan (entrepreneurship) yang efektif bagi Mahasiswa ITB.
>>sofyan reza
Koperasi Mahasiswa
Koperasi adalah jenis badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum. begitu pula kokesma kita tercinta yang merupakan salah satu jenis koperasi.
kokesma merupakan jenis koperasi yang dijalankan oleh mahasiswa-mahasiswa ITB. karena kita mahasiswa, kita mempunyai dua nama yaitu KUKM dan KOKESMA.
KUKM disini digunakan sebagai unit saat berurusan dengan pihak ITB, dan KOKESMA digunakan saat berurusan dengan pihak luar. walaupun dengan dua nama berbeda, tapi fungsinya masih tetap sama kok yaitu sebagai badan usaha.
dan karena berupa badan hukum yang menjalankan usaha, mau ga mau kita juga membayar pajak kepada negara. Pembayaran pajak ini telah diatur oleh sang bendahara dari KOKESMA.
segitu aja dulu artikel ini, jika ada salah kata mohon dibetulkan.
kokesma merupakan jenis koperasi yang dijalankan oleh mahasiswa-mahasiswa ITB. karena kita mahasiswa, kita mempunyai dua nama yaitu KUKM dan KOKESMA.
KUKM disini digunakan sebagai unit saat berurusan dengan pihak ITB, dan KOKESMA digunakan saat berurusan dengan pihak luar. walaupun dengan dua nama berbeda, tapi fungsinya masih tetap sama kok yaitu sebagai badan usaha.
dan karena berupa badan hukum yang menjalankan usaha, mau ga mau kita juga membayar pajak kepada negara. Pembayaran pajak ini telah diatur oleh sang bendahara dari KOKESMA.
segitu aja dulu artikel ini, jika ada salah kata mohon dibetulkan.
Langganan:
Postingan (Atom)

